Mungkin terlihat sederhana. Tetapi yang sederhana inilah yang sejatinya harus dilaksanakan dengan konsisten dan tertib — karena dari hal-hal dasar itulah layanan digital yang andal dan berkelanjutan dibangun.
Dalam operasional infrastruktur, terutama di ruang yang penuh perangkat, kabel, dan sistem yang saling terhubung, keselamatan dan kesiagaan merupakan nyawa dari kelancaran layanan. Untuk itu kami merumuskan prinsip-prinsip Siaga 321 — bagian dari pedoman internal yang membantu seluruh tim memahami risiko, kewajiban, dan praktik dasar yang harus dijalankan setiap hari.
Berikut uraian singkat dos & don'ts dari masing-masing item :
Waspada Kebakaran
✅Singkirkan barang tidak terpakai
1. Dus modul, kotak kayu bekas perangkat, kabel yang tidak terpakai lagi, agar disingkirkan sesuai prosedur.
2. Oli bekas, batere bekas, dan cashing perangkat bekas agar dibuang sesuai prosedurnya.
3. Patchcord, kabel jumper, dan dropwire/dropcore yang tidak akan terpakai agar disingkirkan sesuai prosedurnya.
4. Barang-barang pribadi agar dijauhkan dari ruang perangkat.
Mengapa mesti perhatikan prosedurnya ? Karena barang-barang ini mungkin menjadi perhatian banyak orang, membahayakan lingkungan jika tidak dibuang dengan benar, bisa dimanfaatkan lagi, dan tercatat sebagai aset perusahaan yang cara pembuangan/ penghapusannya memerlukan prosedur khusus. Kontak teman-teman aset untuk memastikan hal ini.
✅Rapikan instalasi
1. Instalasi jalur kabel catuan merupakan hal yang harus diwaspadai, apabila tidak rapi kita kesulitan menelusurinya dan membahayakan personil yang memelihara atau bahkan bisa menjadi sumber api.
2. Perhatikan material isolasi, pengelompokan jenis kabel dan jarak antar kabel agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran.
❌Beban catuan berlebih / bertingkat
1. Jalur kabel catuan dirancang sesuai dengan perkiraan beban perangkat yang akan tersambung. Setiap penambahan beban perangkat berarti menambah arus yang akan lewat kabel catuan sehingga menambah panas kabel catuan tersebut. Jika panasnya berlebihan, maka akan membahayakan karena dapat menjadi sumber api.
❌Menutupi jalur instalasi dari pengawasan
Waspada Banjir
✅Penempatan perangkat lebih tinggi
✅Pembuatan tanggul & siaga pompa
❌Membuang sisa material instalasi sembarangan
Waspada Petir
✅Integrasi grounding semua perangkat
✅Pemeliharaan grounding
❌Kabel grounding bertingkat / bercabang.
❌Menyambungkan listrik ke luar area.
Jaga Catuan
✅Cek aki starter, bbm, genset, batere.
✅PLN Premium (jika mungkin)
❌Mencampur catuan esensial untuk hal lain.
Jaga Suhu
✅Pemeliharaan AC
✅Atur pembuangan panas perangkat
❌Mengganggu aliran udara AC
❌Menggunakan AC berlebihan
Bebas Debu
✅Pembersihan kipas dan filter udara.
✅Tutup aliran debu ke dalam ruangan.
❌Merokok, membuka pintu, aktivitas tidak terkait perangkat dalam ruang perangkat.
Namun Siaga 321 bukan hanya kumpulan aturan teknis. Lebih dari itu, ia adalah refleksi atas artukulasi kesadaran bahwa keselamatan, kesiapsiagaan, dan disiplin operasional adalah bagian tak terpisahkan dari layanan digital yang prima.
Aset lokasi, aset gedung, aset perangkat, aset keamanan merupakan modal dasar untuk menjalankan bisnis perusahaan. Merumuskan langkah besar dalam kalimat yang sederhana sehingga melekat di semua karyawan menjadi hal penting. Memimpin proses perubahan dengan menunjukan upaya yang konsisten untuk menjadi panutan, dan mendorong berbagai pihak untuk berubah untuk lebih peduli kepada aset terus dilakukan.
Salah satu cara untuk menularkan kompetensi kepada generasi muda adalah dokumen pocket book untuk HERO - Head of Representative Office TELKOM, yang berisikan hal-hal mendasar yang harus diketahui oleh seorang HERO. Melalui pocket book ini juga telah dilakukan penyesuaian strategi (proses bisnis, struktur organisasi serta sistem dan kebijakan) di lapangan agar sejalan dengan visi, misi atau sasaran jangka panjang perusahaan untuk menjaga layanan digital dengan baik.
Buku saku ini berisi nilai-nilai dasar dan prinsip operasional yang harus dipahami oleh setiap pemimpin di lapangan. Melalui pocket book, strategi operasional, proses bisnis, struktur organisasi, dan kebijakan lapangan diselaraskan dengan visi jangka panjang organisasi sehingga kualitas layanan digital dapat dijaga secara konsisten.
Dalam tahap penyesuaian strategi ini, tim juga mengidentifikasi risiko baru — seperti tamu yang tidak dikenal di lokasi operasional — sebagai bagian dari adaptasi terhadap dinamika nyata di lapangan. Ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukanlah dogma statis, melainkan proses belajar yang terus berkembang.
Siaga 321 bukan istilah keren tanpa makna. Ia adalah cerminan disiplin, komitmen terhadap keselamatan, dan pemahaman bahwa menjaga layanan digital berarti menjaga kehidupan digital jutaan orang — dengan cara berpikir yang teliti, tindakan yang konsisten, dan kepemimpinan yang memberi teladan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar