Tampilkan postingan dengan label SmartCity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SmartCity. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2025

Garabak sudah ON

Salah satu perjuangan untuk menghidupkan sinyal internet di Garabak, Solok, Sumatera Barat... sejak awal september, menarik kabel fo 20km.. wow.. perjuangan berat bagi rekan-rekan Sumatera Barat.

Bertahun-tahun wilayah ini hidup dalam keterbatasan konektivitas. Untuk sekadar mengirim pesan atau mengakses informasi, warga harus mencari titik tertentu—naik ke tempat tinggi, menunggu waktu yang tepat, atau mengandalkan keberuntungan. Kini, setelah BTS Telkomsel resmi beroperasi, pola hidup itu perlahan berubah.




Jembatan harus dibangun agar kendaraan roda 4 bisa lewat...

Jika tidak bisa diangkut pakai kendaraan, ya diangkat bersama-sama.

Alhamdulillah 7 Nov sudah ON,

Rasa lelah tim hilang, ketika guru dan murid SDN02 Garabak senang menunggu sinyal internet 4G ON.

Sinyal yang hadir bukan sekadar soal komunikasi. Ia membuka akses belajar bagi anak-anak sekolah, memudahkan guru mencari bahan ajar, mempercepat koordinasi layanan publik, dan memberi peluang baru bagi aktivitas ekonomi lokal. Dunia yang sebelumnya terasa jauh, kini menjadi lebih dekat.

Kehadiran jaringan ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak—pemerintah daerah, wakil rakyat, dan operator—yang membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur digital di daerah terpencil bukan hal mustahil, asalkan ada kemauan dan konsistensi.

Garabak hari ini mungkin masih sama secara geografis. Namun secara sosial dan digital, ia sudah melangkah maju. Karena bagi masyarakat di sini, sinyal yang ON adalah tanda bahwa mereka akhirnya terhubung, diperhitungkan, dan punya harapan yang lebih luas ke depan. 

https://www.rakyatterkini.com/2025/11/bts-telkomsel-resmi-hadir-di-garabak-data-warga-bisa-nikmati-sinyal.html?utm_source=chatgpt.com

Selasa, 13 Mei 2025

Electric Vehicle


Pemerintah menargetkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Bahkan, pada 2030 ditargetkan ada 9 juta kendaraan listrik yang beredar.

Sementara itu, jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia hingga akhir 2024 baru mencapai 207 ribu unit. Nominal tersebut naik 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kini, juga sudah ada 79 pabrik kendaraan listrik yang dibangun di Indonesia. Sementara rinciannya adalah 63 pabrik motor listrik, sembilan pabrik mobil listrik dan tujuh pabrik bus listrik.

Nah ini dia salah satu contoh peristiwa terkait electric vehicle : peristiwa nyari charging station ....:)

https://oto.detik.com/mobil-listrik/d-7910970/jakarta-bakal-punya-mall-khusus-kendaraan-listrik-ini-lokasinya.

Sabtu, 26 April 2025

Bangkok semangat pagii....

Melihat Candi Wat Arun malam hari 

Mungkin Bangkok malam itu terasa sama saja bagi banyak orang, tetapi bagi saya sangat menarik, karena baru pertama kali melihatnya. Cahaya lampu memantul di Sungai Chao Phraya, dan Candi Wat Arun berdiri anggun—tenang, rapi, seolah kota ini tahu bagaimana menempatkan keindahan di tengah kepadatan. Yuk kita lihat Bangkok yang sedang berbenah. 

Di balik wajah kota yang memesona itu, ada hal menarik : bagaimana Bangkok mengelola infrastruktur dasarnya, termasuk listrik dan telekomunikasi. Di kota ini, penggunaan tiang bersama (shared poles) antara listrik dan telekomunikasi adalah praktik yang lazim.

Bangkok berbenah....



Pengaturannya tidak berjalan tanpa aturan. Pemasangan tiang bersama berada di bawah regulasi Provincial Electricity Authority (PEA) dan Bangkok Metropolitan Administration (BMA). Standar teknisnya jelas, terutama terkait keselamatan—mulai dari jarak aman antara kabel listrik dan telekomunikasi hingga mitigasi risiko interferensi dan sengatan listrik.

Tujuannya sederhana tapi strategis. Menghemat ruang di kota yang jalan-jalannya sering sempit, sekaligus menekan biaya infrastruktur melalui berbagi aset. Perusahaan telekomunikasi seperti True, AIS, atau TOT tidak harus membangun tiang sendiri; mereka berbagi dengan otoritas listrik setempat. Efisien, setidaknya di atas kertas.

Namun, praktik ini bukan tanpa tantangan. Di beberapa kawasan, tiang-tiang tampak penuh sesak oleh kabel yang bertumpuk—fenomena yang kerap disebut spaghetti wiring. Kepadatan ini bukan hanya persoalan visual, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan teknis dan keselamatan. Di sinilah koordinasi antarpengelola menjadi krusial, terutama saat pemeliharaan atau peningkatan jaringan.

Pemerintah Bangkok menyadari persoalan itu. Beberapa tahun terakhir, kota ini menjalankan proyek “Underground Cable”, memindahkan kabel listrik dan telekomunikasi ke bawah tanah, terutama di jalan-jalan utama dan kawasan bisnis. Belum merata ke seluruh kota, memang. Tapi arah kebijakannya jelas: kota yang lebih rapi, lebih aman, dan lebih manusiawi.

Menariknya, praktik tiang bersama masih mudah ditemui di jalan-jalan kecil (soi) di kawasan seperti Sukhumvit, Silom, atau Chatuchak. Sementara di kawasan yang lebih modern—Sathorn atau Ratchadaphisek—kabel-kabel sudah banyak yang “menghilang” ke bawah tanah. Ada diferensiasi kebijakan berbasis fungsi kawasan, bukan pendekatan seragam.

Dari sisi teknis, Bangkok relatif konsisten menggunakan tiang beton bertulang atau pratekan, mengacu pada Thailand Industrial Standards (TIS) serta spesifikasi internal PEA dan BMA. Tiang gabungan umumnya setinggi 9–12 meter, mampu menahan beban hingga 1.000 kg, dengan pengaturan kabel yang tegas: listrik di bagian atas, telekomunikasi di bawahnya. Umur pakainya panjang—30 hingga 50 tahun—dan minim perawatan, cocok untuk iklim tropis seperti Bangkok.

Semua ini membuat saya berpikir: penataan kota bukan hanya soal estetika, tetapi soal rangkaian keputusan-keputusan yang konsisten, dari standar teknis, koordinasi lembaga, hingga keberanian menata ulang yang sudah terlanjur semrawut.

Bangkok memberi satu pelajaran penting—bahwa berbenah itu bukan tentang sempurna atau tidak, melainkan tentang arah yang jelas dan keberanian memulai.


PEA (Provincial Electricity Authority) [www.pea.co.th](https://www.pea.co.th)  
Metropolitan Electricity Authority (MEA) [www.mea.or.th](https://www.mea.or.th)  

Sabtu, 11 Januari 2025

Menanam 1212 Pohon

Dalam rangkaian ultah Telkom Akses, kami menanam 1212 pohon mangrove di area Bekasi 

Angka kadang berbicara lebih dalam daripada sekadar hitungan. 1212 bukan angka acak. Ia lahir dari 12 dan 12—tanggal yang menandai hari ulang tahun Telkom Akses. Sebuah penanda perjalanan, yang kali ini tidak dirayakan dengan seremoni besar, tetapi dengan menanam harapan yang tumbuh perlahan. Memang ini tidak dilaksanakan pas pada tanggal 12 bulan 12, karena hari-hari itu beban tutup buku cukup menyita waktu teman-teman.

Pada Sabtu, 11 Januari 2025, bersama rekan-rekan, kami menanam 1.212 pohon mangrove. Setiap pohon mewakili satu niat baik: merawat bumi, menjaga pesisir, dan meninggalkan jejak yang lebih bermakna daripada sekadar laporan kegiatan. Di titik inilah perayaan ulang tahun terasa lebih sunyi, namun justru lebih dalam maknanya.

Menanam mangrove bukan sekadar aktivitas simbolik. Mangrove adalah benteng alami—menahan abrasi, menyerap karbon, menjaga ekosistem pesisir tetap hidup. Ia bekerja diam-diam, seperti banyak kerja infrastruktur yang sering tak terlihat, tetapi dampaknya dirasakan dalam jangka panjang. Barangkali di situlah relevansinya dengan usia Telkom Akses: membangun fondasi, bukan sekadar tampilan.

Bagi saya, 1212 pohon ini bukan soal jumlah. Ia adalah cara lain untuk mengatakan bahwa pertumbuhan perusahaan seharusnya sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan. Bahwa ulang tahun bukan hanya tentang menengok ke belakang, tetapi juga tentang bertanya: kontribusi apa yang ingin kita tinggalkan ke depan?

Di tengah isu perubahan iklim dan kerentanan wilayah pesisir, langkah kecil seperti ini mungkin terasa tidak heroik. Namun justru dari langkah-langkah sederhana dan konsistenlah perubahan besar biasanya berawal. Pohon yang ditanam hari ini tidak langsung memberi hasil, tetapi ia akan bekerja untuk generasi yang bahkan belum kita kenal.

Akhirnya, angka 12.12 ini menjadi pengingat yang personal bagi saya. Tentang usia, tentang perjalanan, dan tentang tanggung jawab. Bahwa merayakan ulang tahun—baik individu maupun organisasi—akan selalu lebih bermakna ketika dirayakan dengan memberi kehidupan, bukan sekadar merayakan pencapaian.

Senin, 11 November 2024

Parepare ... Semangat pagiii

 


Parepare adalah titik awal sebuah kisah besar. Di kota inilah cinta Ainun dan Habibie bersemi—sebuah kisah personal yang kelak menjelma menjadi kisah nasional, bahkan internasional. Dari cinta yang sederhana itu, lahir ketekunan, kesetiaan, dan keberanian bermimpi jauh melampaui batas geografi. Seorang putra Indonesia tumbuh, belajar, dan akhirnya dikenal dunia—tanpa pernah benar-benar meninggalkan akarnya. Tidak ada kemewahan berlebihan, tetapi ada martabat dan rasa percaya diri—bahwa kota kecil pun bisa melahirkan cerita besar.

 

Parepare mengajarkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari beton dan baja. Ia bisa berangkat dari nilai, dari keteladanan, dari cerita yang diwariskan lintas generasi. Kisah Ainun–Habibie bukan sekadar romantika masa lalu; ia adalah modal sosial yang membentuk identitas kota ini—tentang kecintaan pada ilmu, kesetiaan pada proses, dan keberanian untuk tampil di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri.

Sebagai kota tumbuh, Parepare sedang menapaki jalannya sendiri. Infrastruktur bergerak, ekonomi lokal berdenyut, dan ruang kota ditata perlahan. Namun yang paling penting, semangat warganya tetap terjaga. Seperti pagi hari yang tidak pernah absen, Parepare tumbuh dengan kesabaran dan konsistensi.








Jumat, 02 Februari 2024

Photonic-crystal fiber (PCF)

Serat kristal fotonik ( PCF ) adalah kelas serat optik berdasarkan sifat kristal fotonik . Ini pertama kali dieksplorasi pada tahun 1996 di University of Bath, Inggris. Karena kemampuannya untuk membatasi cahaya dalam inti berongga atau dengan karakteristik pengurungan yang tidak mungkin dilakukan pada serat optik konvensional, PCF kini menemukan aplikasi dalam komunikasi serat optik , laser serat , perangkat nonlinier, transmisi daya tinggi, sensor gas yang sangat sensitif, dan lainnya. daerah. Kategori PCF yang lebih spesifik meliputi serat celah pita fotonik (PCF yang membatasi cahaya dengan efek celah pita), serat berlubang (PCF yang menggunakan lubang udara pada penampang melintangnya), serat berbantuan lubang (PCF yang mengarahkan cahaya melalui inti konvensional dengan indeks lebih tinggi dimodifikasi dengan adanya lubang udara), dan serat Bragg (serat celah pita fotonik yang dibentuk oleh cincin konsentris film multilapis). Serat kristal fotonik dapat dianggap sebagai subkelompok dari kelas serat optik berstruktur mikro yang lebih umum , di mana cahaya dipandu oleh modifikasi struktural, dan tidak hanya oleh perbedaan indeks bias. Serat ini dapat memiliki inti berongga dan dikenal sebagai serat inti berongga. Wikipedia.

Ternyata PCF ini juga dapat dikembangkan untuk digunakan sebagai sensor. Photonic sebagai sensors banyak dikembangkan di berbagai bidang, seperti di medical sector, chemical industry, agriculture & food, environment, defense & security, automotive & aerospace, dan advanced material. Sementara, photonic sebagai optical communication sudah berkembang luar biasa sebagai media high speed data transfer. Bentuknya dapat berupa Sistem Komunikasi Serat Optik, Sistem Komunikasi Kabel Laut, atau di bidang akses sebagai optical distribution network (ODN). 

Mohon maaf, belajarnya dari kereta perjalanan Jogja - Surabaya.

Hari ini waktunya belajar tentang PCF sebagai sensor untuk mendeteksi polutan di lingkungan. Alhamdulillah, kesempatan langka ini datang ketika diminta sebagai pendamping dalam program doktoral di salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang pertanian. Walau belum jadi doktor, kesempatan diskusi bersama beliau dua profesor ini tidak ingin disia-siakan. Ini membuat mulai berpikir ulang, apakah material di sekitar kita sudah maksimal penggunaannya. Kembali lagi, betapa Allah menciptakan semuanya penuh dengan manfaat. Kita perlu menggalinya. 

Update : dalam kesempatan berkunjung di WMC Barcelona Feb 2024 ternyata memang fiber optik yang sudah tergelar itu dapat dijadikan sensor dengan memperhatikan polychromatic-nya. Didemokan ketika kereta (-keretaan) lewat, sinyal polychromaticnya berubah, diceritakan juga ketika suhu berubah ada perubahan polychromaticnya.






Sabtu, 19 November 2022

Tentang Data Center

 

Data Center Essentials

Data center menjadi perhatian industri ICT sekarang ini, tentu selain memang semakin dibutuhkan juga karena valuasinya yang diperkirakan tumbuh meningkat lebih baik dari industri lain selama ini.  
Memahami tentang data center bisa dimulai dari memahami istilah dan hal-hal penting yang terkait data center. Sebagian besar yang essential tentang data center disampaikan dalam gambar di atas. Materi dalam tulisan ini disarikan dari training online data center essential di udemy. 

Fungsi & Sejarah Data Center
Data Center adalah sebuah tempat yang terdiri dari kumpulan penyimpanan data (storage), komputasi (computing) dan jaringan komputer (network). Karena kebutuhannya terhadap catuan dan pengkondisian udara yang spesifik, biasanya data center dilengkapi dengan sistem catuan listrik yang handal dan dilengkapi dengan sistem pengkondisian udata yang presisi.

Komputasi dan penyimpanan data secara terpusat ditandai ketika dibuat komputer besar bernama ENIAC. Electronic Numerical Integrator And Computer, adalah komputer elektronik penuh pertama yang didesain agar turing-complete, yang mampu diprogram ulang dengan cara mengatur ulang kabelnya dapat menyelesaikan segala jenis masalah perhitungan, dapat dibuat. ENIAC mendapatkan pemberitaan yang luas karena ukurannya yang besar. Ia memiliki 17.468 tabung vakum, 7.200 diode kristal, 1.500 pemancar, 70.000 resistor, 10.0000 kapasitor dan sekitar 5 juta sambungan yang disolder dengan tangan. Beratnya 27 ton dan ukurannya 2,4 m x 0,9 m x 30 m. ENIAC mengambil luas sekitar 167 m² dan mengonsumsi energi sebesar 160 kW.

ENIAC beroperasi hingga 2 Oktober 1955. Desainnya tidak akan pernah diulang lagi dan akibatnya kekurangannya tidak pernah diperbaiki, khususnya ketidak mampuannya menyimpan program. Namun ide-ide yang berasal dari karya tersebut dan pengaruhnya pada orang-orang seperti John von Neumann sangat besar dalam pengembangan komputer-komputer generasi selanjutnya, awalnya EDVAC, EDSAC dan SEAC. Sejumlah perbaikan juga dilakukan kepada ENIAC sejak 1948, termasuk mekanisme pemrogram tersimpan read-only. Diarsipkan 2010-01-03 di Wayback Machine. yang menggunakan Tabel Fungsi sebagai ROM program, sebuah ide yang ditawarkan John von Neumann. Perubahan ini mengurangi kecepatan ENIAC dengan faktor hingga 6 kali, tetapi juga mengurangi masa pemrograman hingga tinggal berjam-jam (dari sebelumnya yang mencapai berhari-hari), sehingga kekurangan kecepatan tersebut dianggap pantas.

Hingga 2004, sebuah chip silikon berukuran 0,5 mm persegi mempunyai kapasitas yang sama dengan ENIAC, yang mengambil satu ruangan. (wikipedia)

Bagian-bagian Data Center
a. Data Center Floor
Merupakan ruang utama di mana perangkat data storage diletakkan.  Ukurannya bermacam-macam, biasanya mengikuti rencana untuk apa dan untuk seberapa lama data center ini ada. Hal penting dalam data center floor adalah pengaturan hembusan udara dingin dan udara panas, jalur power, jalur kabel data/ kabel optik, jalur kabel grounding dan pengaturan rak perangkat. 
b. Core Network
Ruangan di mana perangkat koneksi data center diletakan. Biasanya berisi perangkat tranport ke data center lain, ke node transport lain, ke server data lokasi lain, dan ke pelanggan data center.  Umumnya data center memiliki beberapa koneksi yang saling backup agar tidak pernah terputus.
c. Power
Bagian catuan merupakan hal penting karena dari sinilah catuan yang stabil dan tidak terputus disediakan. Catuan utama datang dari satu perusahaan listrik, atau bisa dari beberapa perusahaan listrik. Namun data center mesti menyiapkan generator listrik sendiri, dilengkapi UPS dan batere yang cukup.
d. Cooling
Sistem pendingin sangat diperlukan, agar perangkat digital di runag data center bekerja dengan baik. Perangkat digital memiliki suhu kerja tertentu yang harus dipenuhi agar tidak cepat rusak. Selain mengatur suhu udara, kelembaban udara juga menjadi hal penting.
Sistem Cooling

Sistem cooling mesti ditetapkan sejak awal, sehingga penempatan perangkat, perkabelan dan jalur udara dingin dan udara panas bisa dilakukan dengan efisien. 


e. Provisioning
Tentu diperlukan tempat khusus untuk menambah koneksi dan mengubahnya jika diperlukan. 
f. Network Operations Center
Untuk mengendalikan semua operasional di Data Center perlu ruangan tersendiri, sehingga tidak tercampur dengan kegiatan lain. Tugasnya adalah menjaminkan semua perangkat data center beroperasi secara normal.
g. Test Lab
Sering kita memerlukan percobaan layanan sebelum diterapkan di network yang beroperasi. Bisa juga digunakan untuk mengajari staf data center yang baru atau mempelajari prosedur yang baru. 
h. Physical Security
Untuk menjaminkan bahwa data center tidak terganggu secara fisik, baik disengaja maupun tidak, perlu diperhatikan pengamanan fisik. Setiap orang yang keluar masuk perlu dicek keperluannya, pengamanannya, dan kamera, flashdisk, handphone perlu izin untuk penggunaan di area data center. 
i. Future Expansion
Data Center sebaiknya dirancang untuk 5 sampai 10 tahun mendatang, sehingga untuk mengantisipasinya disediakan ruangan yang sesuai.
j. Administrative Office
Tentu dibutuhkan ruangan administrasi untuk mencatat kegiatan dan menjaga regulasi yang diterapkan di data center.  

Ukuran Data Center
Sesuai kebutuhan, ada data center mini (sampai 10 rak) hingga mega data center (lebih dari 9000 rak). Namun sekarang ini ukuran data center sering berdasarkan pada besarnya catuan yang disediakan untuk data center. Misal HyperScale Data Center TELKOM di Cikarang dimulai dengan kapasitas IT load 1.75 MW , dan akan dikembangkan selaras dengan kebutuhan pasar.

PUE Data Center
Power Usage Effectiveness merupakan rasio dari penggunaan daya untuk keseluruhan data center terhadap penggunaan daya khusus untuk kebutuhan perangkat ICT.  
Contoh Perhitungan PUE

Seberapa PUE yang pas untuk sebuah data center ? Berikut tabel dari sebuah sumber. Di sisi lain, ada hitungan DCIE dengan hitungan sama dengan 1 / PUE.

Tingkatan efisiensi berdasar PUE dan DCIE


Availability 

Redundancy



Tier I - IV Data Center

Adapun empat tier dalam data center ini adalah: tier 1 – Basic Site Infrastructure, tier 2 – Redundant Site Infrastructure Capacity Components, tier 3 – Concurrently Maintenable Site Infrastructure, dan tier 4 – Fault Tolerant Site Infrastructure. Berikut ini perbedaan antara teknologi dan tingkat keamanan tiap tier dari data center tersebut:

Tier 1 – Basic Site Infrastructure

Tier 1 ini biasanya ditemui pada perusahaan yang memiliki data center sendiri, dengan infrastruktur standar yang memenuhi syarat sebuah data center. Perangkat TI dilayani oleh satu jalur distribusi non-redundat, atau satu uplink per satu server. Memiliki tingkat uptime 99,671%, atau dalam setahun waktu downtime-nya (batas toleransi gangguan) maksimal 28,8 jam. Fokus kemampuan untuk dapat melayani aktivitas operasional selama jam kerja dan dibantu dengan UPS dan generator. Namun, ketersediaan genset, raised floor, UPS, sifatnya opsional. Untuk tindakan preventif maintenance dilakukan dengan cara di-shutdown keseluruhannya. Tingkat keamanannya terhadap gangguan yang terencana atau tidak bisa dikategorikan sebagai rentan. Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu singkat dan maksimal 3 bulan.

Tier 2 – Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Pada dasarnya mirip dengan Tier 1, namun telah ditambah dengan komponen redundant (serba memiliki sumber daya cadangan). Selain wajib memiliki UPS, data center Tier 2 harus dilengkapi generator backup sebagai persiapan saat ada pemadaman bergilir dari PLN. Termasuk, harus dilengkapi dengan raised floor. Memiliki tingkat uptime 99.741 %, atau dalam setahun waktu downtime-nya maksimal 22 jam. Memiliki redundant component N+1, dan memiliki backup power sehingga waktu downtime lebih singkat. Tingkat keamanannya terhadap gangguan yang terencana atau tidak bisa dikatakan agak rentan. Tindakan preventif maintenance dilakukan shutdown pada power path dan bagian tertentu dari infrastruktur yang memerlukan shutdown saja. Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 3 – 6 bulan.

Tier 3 – Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Tier 3 merupakan data center berstandar internasional dari segi infrastruktur, fasilitas dan tingkat keamanan. Memiliki tingkat uptime 99.982 %, atau dalam setahun waktu downtime-nya maksimal 1,6 jam. Harus memiliki lebih dari satu sumber daya listrik dan jaringan (multi network link) sehingga syarat “no shutdown” dapat terpenuhi pada data center tier 3. Harus memiliki raised floor , UPS dan generator cadangan serta memiliki sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin serta komponen redundant N+1. Tingkat keamanannya tinggi karena telah memiliki sistem keamanan 24 jam dan area bangunan yang tidak rentan terhadap bencana. Tindakan preventif maintenance dilakukan dengan mengalihkan beban kepada sistem backup saat sistem utama di maintenance. Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15 – 20 bulan.

Tier 4 – Fault Tolerant Site Infrastructure

Pada dasarnya tier 4 ini hampir sama dengan tier 3. Tetapi, data center tier 4 ini hanya memiliki toleransi downtime 30 menit dalam setahun, dengan tingkat uptime 99.995 %. Memiliki raised floor , UPS dan generator cadangan serta memiliki sistem jalur untuk pengeluaran udara panas dan dingin. Tingkat keamanannya tinggi karena telah memiliki sistem keamanan 24 jam, serta tidak rentan terhadap gangguan terencana atau tidak. Implementasi atau pembangunan fasilitas ini membutuhkan waktu maksimal 15 – 20 bulan.

Secara umum, biaya investasi dan biaya operasional pada data center sesuai dengan tingkatan tier-nya. Jadi, semakin tinggi tier-nya maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu, tier 4 belum tentu merupakan solusi terbaik bagi perusahaan yang hanya membutuhkan data center di tingkat tier 2. Sebab, hal itu dapat berakibat pada pemborosan modal dan lebih beresiko. Kondisi ideal bagi perusahaan yang hanya beroperasi pada jam kantor adalah menggunakan data center tier 1 sampai tier 2 di gedungnya.  Kemudian disertai dengan menempatkan perangkat IT cadangannya di sebuah penyedia fasilitas data center tier 3. Dengan demikian beban pengeluaran modal dapat lebih optimal dalam hal pencapaian kontinuitas aktivitas operasional dalam jangka panjang. (tentang Tier I sd IV ini dikutip dari https://nagitec.com/mengenal-tingkatan-data-center/)


Untuk mengembangkan wawasan tentang data center lebih lanjut, kita bisa mengakses materi sebagai berikut.

Introduction

Reliability

Equipment

Hall Critical Space

Support Space

Security, Safety, Network & IT

Rabu, 11 Mei 2022

Pembahasan ICT dan Smart City untuk IKN



Alhamdulillah, dapat kesempatan sebagai salah satu anggota team mengunjungi OIKN, untuk mengidentifikasi dan menginisasi terjalinnya kerjasama sebagai mitra strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah perusahaan.

Otoritas IKN sudah memiliki frame untuk mewujudkan IKN, termasuk untuk ICT dan Smart City - nya. Rupanya banyak tantangan untuk mewujudkannya, terutama terhadap waktu yang terbatas. Bersama satgas untuk mendukung ICT dan Smart City IKN, kami berdiskusi dengan Otoritas IKN. 
Team menyampaikan beberapa perkembangan digital, kapabilitas dan fitur-fitur kuncinya, serta aplikasinya khususnya untuk IKN. 

SmarCity memang memiliki konsep yang lebar - berbagai use-case dan ruang lingkup dapat tercakup dalam SmartCity. Contohnya dalam konsep SmartCity Nusantara  telah tercakup smart manajemen pemerintahan, sumber daya dan aset daerah, transportasi, infrastruktur TIK, keamanan, kesehatan, lingkungan, pariwisata, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. 

Untuk menindaklanjuti pembahasan ini, telah dibuat satuan tugas yang terdiri dari beberapa divisi untuk menyediakan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang sesuai.

Senin, 14 Maret 2022

Bersama Pak Rhenald Kasali, sang Guru Perubahan

Beberapa kali bertemu dan bercerita langsung dengan pak Rhenald Kasali ternyata tidak pernah merasa bosan. Salah satu yang disampaikan bahwa Rumah Perubahan milik beliau - yang seringnya mengantar orang lain berubah pandangannya agar lebih baik - sekarang juga sedang berubah. Tidak bisa menunggu pandemi usai dan berharap suasana kembali seperti dulu. Pandemi dan perkembangan teknologi telah membuat tuntutan layanan dari Rumah Perubahan akan menjadi berbeda. Beliau sedang menyambut perubahan ini dengan cara yang berbeda dari sebelum masa pandemi.  
Pandangan beliau tentang berbagai hal diungkapkan dengan apik - setiap kali ilmunya mengalir begitu saja. Topik kali ini tentang exponential growth, flexing, crazy rich, dan banyak lagi - yang saya tidak sempat catat... :)  Salah satu penekanannya adalah dengan semakin ramainya kompetisi kita bukan hanya dituntut untuk lebih baik, tetapi juga harus berbeda. Ketika banyak yang bicara marketing, maka bicara tentang perubahan menjadi hal yang berbeda. Ukuran baru, bukan hanya berapa yang datang ke Rumah Perubahan, tetapi juga berapa yang mengunjungi podcastnya, sangat diperhatikannya.  Beliau menularkan cara meningkatkan nilai, citra,cakupan pasar dan produk melalui teknologi digital yang sudah populer. Beliau telah mengembangkan berbagai pendekatan dalam menghadapi tantangan untuk mencapai sasasaran perubahan. Situasi berubah perlu diikuti perubahan cara pandang. Salah satu yang diyakininya, perbaikan kehidupan manusia banyak yang dilakukan di masa krisis. Dengan mengenali situasi kehidupan masa dan pasca pendemi, dan juga memanfaatkan tren bisnis global dari berbagai aspek, Rumah Perubahan telah mengubah strateginya dan membuat keputusan bisnis baru untuk bertahan dan berjuang tetap melayani masyarakat.  Boleh dibilang Rumah Perubahan telah menyelaraskan strategi perusahaan dengan faktor-faktor eksternal yang mempunyai implikasi jangka
panjang.

  
Phose we-care, salah satu gerakan peduli pada alat produksi yang sedang digalakkan oleh direksi kami.
Pak RK bersama teman-teman, luar biasa kerendahan hati beliau. Mau melayani foto bersama semuanya.

Jangan lupa mampir sini yaa.. :)

Oh ya satu catatan saya tentang beliau tentang 10 ledakan ekonomi di masa pandemi sebagai berikut :
1. Ledakan kreatifitas. Bisnis kuliner.
2. Ledakan kembali ke rumah- home sweet home. Home appliance.
3. Ledakan kecerdasan. Teknologi kepadatan transistor.
4. Ledakan pendidikan - open science, kolaborasi. Twiter on science.
5. Ledakan artificial society intelligence dalam kehidupan. Virtual reality.
6. Ledakan Wisata Luar Rumah. 
7. Ledakan Non Degree Education. Mengejar skill.
8. Ledakan Useeless Generation. Delapan puluh persen yang dipelajari sudah berubah.
9. Ledakan Kerjasama. Kolaboratif.
10. Ledakan Content. Apa saja menjadi content.

Profesi yang hilang, yang pudar, yang baru.
Psikolog, Coding, Story Telling.

Menurut saya, pak Rhenald Kasali ini telah banyak menginspirasi dan memberi contoh untuk selalu melakukan upaya perbaikan, peningkatan, dan penyempurnaan melalui ide-ide inovatifnya. Di antaranya adalah Kediri City Branding. Sesuatu yang baru bagi sebuah kota memiliki branding yang disusun secara sistematis.
satu catatan lagi tentang pak Rhenald Kasali adalah bedah buku The Great Shifting di sini.

Rabu, 02 September 2020

Broadband Modern City. Madiun, Semangat pagii...

 

Kota Madiun terkenal dengan PT INKA, dan memang PT INKA sudah mulai melakukan ekspor unit kereta.  top !!

CRO dan CTO bersama-sama Walikota menandatangani pernyataan Kota Madiun sebagai Modern Broadband City. Ini merupakan kelanjutan dari partnership strategik antara TELKOM dengan Kota Madiun yang telah dirintis cukup lama untuk bersama-sama melayani masyarakat Madiun sebagai pelanggan TELKOM. Cek rintisannya di sini.
 
Bantuan Telkom Peduli untuk Kota Madiun. Bantuan ini menginspirasi perusahaan lain untuk berubah menjadi lebih peduli kepada kesehatan dan membantu masyarakat dan pemda mencegah penularan COVID-19. 



Walikota Madiun - CRO - CTO menjalin kemitraan dengan pengambil keputusan di Kota Madiun untuk peluang bisnis potensial dan berjangka panjang.


News release Telkom Akselerasi Digitalisasi Modern City Madiun di Tengah Pandemi COVID-19 sebagai berikut:

1. Neraca (4/9) hlm. 4 http://pindai.co/main/detailnews/762591/1599179644 

2. Investor Daily (4/9) hlm. 4 http://pindai.co/main/detailnews/762674/1599179644 

3. https://inet.detik.com/telecommunication/d-5159031/di-tengah-pandemi-telkom-kebut-digitalisasi-modern-city-madiun

4. https://money.kompas.com/read/2020/09/04/080429826/telkom-sediakan-100-persen-jaringan-berbasis-fiber-optic-di-madiun 

5. https://www.tribunnews.com/techno/2020/09/03/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi 

6. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200903151916-190-542454/telkom-akselerasi-madiun-jadi-modern-city-di-tengah-pandemi 

7. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200904094021-37-184332/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun 

8. https://industri.kontan.co.id/news/telkom-percepat-digitalisasi-modern-city-di-madiun 

9. https://pressrelease.kontan.co.id/release/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19 

10. https://www.antaranews.com/berita/1705738/telkom-percepat-digitalisasi-ibu-kota-kabupaten 

11. https://www.merdeka.com/teknologi/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah.html 

12. https://www.liputan6.com/news/read/4346904/percepat-pemerataan-digitalisasi-telkom-bangun-modern-city-madiun-di-era-new-normal?source=search 

13. https://republika.co.id/berita/qg2qdv349/telkom-akselerasi-digitalisasi-madiun-di-tengah-pandemi 

14. https://investor.id/it-and-telecommunication/telkom-akselerasi-modern-city-madiun 

15. https://www.industry.co.id/read/73446/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun 

16. https://www.internationalmedia.id/2020/09/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern.html 

17. https://headtopics.com/id/telkom-akselerasi-madiun-jadi-modern-city-di-tengah-pandemi-15401886 

18. https://halloindo.com/tribunnews/2020/09/03/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi 

19. https://youngster.id/digitalcommunity/digitalisasi/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19/ 

20. https://www.androidponsel.com/13727/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19/ 

21. https://nusantaranews.co/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19/ 

22. https://www.teropongsenayan.com/115846-telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19 

23. https://nusadaily.com/news/telkom-akselerasi-digitalisasi-di-tengah-pandemi-covid-19.html 

24. https://beritamedia.id/2020/09/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19/ 

25. https://uzone.id/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19 

26. https://bizlaw.id/read/28723/Telkom-Akselerasi-Digitalisasi-Modern-City-Madiun-di-Tengah-Pandemi-COVID-19 

27. https://fin.co.id/2020/09/03/telkom-akselerasi-digitalisasi-modern-city-madiun-di-tengah-pandemi-covid-19/ 

28. https://www.indotelko.com/read/1599192358/telkom-madiun