Parepare mengajarkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari beton dan baja. Ia bisa berangkat dari nilai, dari keteladanan, dari cerita yang diwariskan lintas generasi. Kisah Ainun–Habibie bukan sekadar romantika masa lalu; ia adalah modal sosial yang membentuk identitas kota ini—tentang kecintaan pada ilmu, kesetiaan pada proses, dan keberanian untuk tampil di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri.
Sebagai kota tumbuh, Parepare sedang menapaki jalannya sendiri. Infrastruktur bergerak, ekonomi lokal berdenyut, dan ruang kota ditata perlahan. Namun yang paling penting, semangat warganya tetap terjaga. Seperti pagi hari yang tidak pernah absen, Parepare tumbuh dengan kesabaran dan konsistensi.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar