Pada Sabtu, 11 Januari 2025, bersama rekan-rekan, kami menanam 1.212 pohon mangrove. Setiap pohon mewakili satu niat baik: merawat bumi, menjaga pesisir, dan meninggalkan jejak yang lebih bermakna daripada sekadar laporan kegiatan. Di titik inilah perayaan ulang tahun terasa lebih sunyi, namun justru lebih dalam maknanya.
Menanam mangrove bukan sekadar aktivitas simbolik. Mangrove adalah benteng alami—menahan abrasi, menyerap karbon, menjaga ekosistem pesisir tetap hidup. Ia bekerja diam-diam, seperti banyak kerja infrastruktur yang sering tak terlihat, tetapi dampaknya dirasakan dalam jangka panjang. Barangkali di situlah relevansinya dengan usia Telkom Akses: membangun fondasi, bukan sekadar tampilan.
Bagi saya, 1212 pohon ini bukan soal jumlah. Ia adalah cara lain untuk mengatakan bahwa pertumbuhan perusahaan seharusnya sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan. Bahwa ulang tahun bukan hanya tentang menengok ke belakang, tetapi juga tentang bertanya: kontribusi apa yang ingin kita tinggalkan ke depan?
Di tengah isu perubahan iklim dan kerentanan wilayah pesisir, langkah kecil seperti ini mungkin terasa tidak heroik. Namun justru dari langkah-langkah sederhana dan konsistenlah perubahan besar biasanya berawal. Pohon yang ditanam hari ini tidak langsung memberi hasil, tetapi ia akan bekerja untuk generasi yang bahkan belum kita kenal.
Akhirnya, angka 12.12 ini menjadi pengingat yang personal bagi saya. Tentang usia, tentang perjalanan, dan tentang tanggung jawab. Bahwa merayakan ulang tahun—baik individu maupun organisasi—akan selalu lebih bermakna ketika dirayakan dengan memberi kehidupan, bukan sekadar merayakan pencapaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar