Jumat, 12 Desember 2025

Mengelola Perbedaan Pendapat

Saya sangat menghargai pendapat dari orang lain, mendengarkan apa yang konstruktif dan bisa menambah value bagi Perusahaan, walaupun dilakukan melalui unjuk rasa. Memasuki tahun 2026, beberapa kebijakan mungkin membuat keraguan bagi para teknisi. Namun dengan dialog di lapangan, mendengarkan apa yang diragukan dan menjawab dengan tegas, kami menjadi satu kembali. 

Jumat, 07 November 2025

Garabak sudah ON

Salah satu perjuangan untuk menghidupkan sinyal internet di Garabak, Solok, Sumatera Barat... sejak awal september, menarik kabel fo 20km.. wow.. perjuangan berat bagi rekan-rekan Sumatera Barat.

Bertahun-tahun wilayah ini hidup dalam keterbatasan konektivitas. Untuk sekadar mengirim pesan atau mengakses informasi, warga harus mencari titik tertentu—naik ke tempat tinggi, menunggu waktu yang tepat, atau mengandalkan keberuntungan. Kini, setelah BTS Telkomsel resmi beroperasi, pola hidup itu perlahan berubah.




Jembatan harus dibangun agar kendaraan roda 4 bisa lewat...

Jika tidak bisa diangkut pakai kendaraan, ya diangkat bersama-sama.

Alhamdulillah 7 Nov sudah ON,

Rasa lelah tim hilang, ketika guru dan murid SDN02 Garabak senang menunggu sinyal internet 4G ON.

Sinyal yang hadir bukan sekadar soal komunikasi. Ia membuka akses belajar bagi anak-anak sekolah, memudahkan guru mencari bahan ajar, mempercepat koordinasi layanan publik, dan memberi peluang baru bagi aktivitas ekonomi lokal. Dunia yang sebelumnya terasa jauh, kini menjadi lebih dekat.

Kehadiran jaringan ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak—pemerintah daerah, wakil rakyat, dan operator—yang membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur digital di daerah terpencil bukan hal mustahil, asalkan ada kemauan dan konsistensi.

Garabak hari ini mungkin masih sama secara geografis. Namun secara sosial dan digital, ia sudah melangkah maju. Karena bagi masyarakat di sini, sinyal yang ON adalah tanda bahwa mereka akhirnya terhubung, diperhitungkan, dan punya harapan yang lebih luas ke depan. 

https://www.rakyatterkini.com/2025/11/bts-telkomsel-resmi-hadir-di-garabak-data-warga-bisa-nikmati-sinyal.html?utm_source=chatgpt.com

Selasa, 13 Mei 2025

Electric Vehicle


Pemerintah menargetkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Bahkan, pada 2030 ditargetkan ada 9 juta kendaraan listrik yang beredar.

Sementara itu, jumlah kendaraan listrik yang beredar di Indonesia hingga akhir 2024 baru mencapai 207 ribu unit. Nominal tersebut naik 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kini, juga sudah ada 79 pabrik kendaraan listrik yang dibangun di Indonesia. Sementara rinciannya adalah 63 pabrik motor listrik, sembilan pabrik mobil listrik dan tujuh pabrik bus listrik.

Nah ini dia salah satu contoh peristiwa terkait electric vehicle : peristiwa nyari charging station ....:)

https://oto.detik.com/mobil-listrik/d-7910970/jakarta-bakal-punya-mall-khusus-kendaraan-listrik-ini-lokasinya.

Sabtu, 26 April 2025

Bangkok semangat pagii....

Melihat Candi Wat Arun malam hari 

Mungkin Bangkok malam itu terasa sama saja bagi banyak orang, tetapi bagi saya sangat menarik, karena baru pertama kali melihatnya. Cahaya lampu memantul di Sungai Chao Phraya, dan Candi Wat Arun berdiri anggun—tenang, rapi, seolah kota ini tahu bagaimana menempatkan keindahan di tengah kepadatan. Yuk kita lihat Bangkok yang sedang berbenah. 

Di balik wajah kota yang memesona itu, ada hal menarik : bagaimana Bangkok mengelola infrastruktur dasarnya, termasuk listrik dan telekomunikasi. Di kota ini, penggunaan tiang bersama (shared poles) antara listrik dan telekomunikasi adalah praktik yang lazim.

Bangkok berbenah....



Pengaturannya tidak berjalan tanpa aturan. Pemasangan tiang bersama berada di bawah regulasi Provincial Electricity Authority (PEA) dan Bangkok Metropolitan Administration (BMA). Standar teknisnya jelas, terutama terkait keselamatan—mulai dari jarak aman antara kabel listrik dan telekomunikasi hingga mitigasi risiko interferensi dan sengatan listrik.

Tujuannya sederhana tapi strategis. Menghemat ruang di kota yang jalan-jalannya sering sempit, sekaligus menekan biaya infrastruktur melalui berbagi aset. Perusahaan telekomunikasi seperti True, AIS, atau TOT tidak harus membangun tiang sendiri; mereka berbagi dengan otoritas listrik setempat. Efisien, setidaknya di atas kertas.

Namun, praktik ini bukan tanpa tantangan. Di beberapa kawasan, tiang-tiang tampak penuh sesak oleh kabel yang bertumpuk—fenomena yang kerap disebut spaghetti wiring. Kepadatan ini bukan hanya persoalan visual, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan teknis dan keselamatan. Di sinilah koordinasi antarpengelola menjadi krusial, terutama saat pemeliharaan atau peningkatan jaringan.

Pemerintah Bangkok menyadari persoalan itu. Beberapa tahun terakhir, kota ini menjalankan proyek “Underground Cable”, memindahkan kabel listrik dan telekomunikasi ke bawah tanah, terutama di jalan-jalan utama dan kawasan bisnis. Belum merata ke seluruh kota, memang. Tapi arah kebijakannya jelas: kota yang lebih rapi, lebih aman, dan lebih manusiawi.

Menariknya, praktik tiang bersama masih mudah ditemui di jalan-jalan kecil (soi) di kawasan seperti Sukhumvit, Silom, atau Chatuchak. Sementara di kawasan yang lebih modern—Sathorn atau Ratchadaphisek—kabel-kabel sudah banyak yang “menghilang” ke bawah tanah. Ada diferensiasi kebijakan berbasis fungsi kawasan, bukan pendekatan seragam.

Dari sisi teknis, Bangkok relatif konsisten menggunakan tiang beton bertulang atau pratekan, mengacu pada Thailand Industrial Standards (TIS) serta spesifikasi internal PEA dan BMA. Tiang gabungan umumnya setinggi 9–12 meter, mampu menahan beban hingga 1.000 kg, dengan pengaturan kabel yang tegas: listrik di bagian atas, telekomunikasi di bawahnya. Umur pakainya panjang—30 hingga 50 tahun—dan minim perawatan, cocok untuk iklim tropis seperti Bangkok.

Semua ini membuat saya berpikir: penataan kota bukan hanya soal estetika, tetapi soal rangkaian keputusan-keputusan yang konsisten, dari standar teknis, koordinasi lembaga, hingga keberanian menata ulang yang sudah terlanjur semrawut.

Bangkok memberi satu pelajaran penting—bahwa berbenah itu bukan tentang sempurna atau tidak, melainkan tentang arah yang jelas dan keberanian memulai.


PEA (Provincial Electricity Authority) [www.pea.co.th](https://www.pea.co.th)  
Metropolitan Electricity Authority (MEA) [www.mea.or.th](https://www.mea.or.th)  

Jumat, 21 Februari 2025

Kupang - Muemere - Kaledera - Ende - Labuhanbajo

Selamat ultah pak Herlan. @ Kupang, 19 Feb 2025.
"Pati Ka Dua Bapu Ata Mata" adalah ungkapan dalam bahasa Ende-Lio, suku yang mendiami wilayah Ende, Flores.  "Pati" = Mati, "Ka Dua" = Tidak ada dua (tidak bisa diulangi), "Bapu" = Bapak, "Ata Mata" = Orang yang sudah meninggal, Jadi, secara harfiah, "Pati Ka Dua Bapu Ata Mata" berarti "Kematian itu tidak ada duanya, orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali."
Makna Filosofis: Ungkapan ini sering digunakan sebagai nasihat kehidupan, yang mengingatkan bahwa hidup hanya sekali, dan seseorang harus menjalani hidup dengan baik karena kematian tidak bisa diulang atau diperbaiki.
Ungkapan ini juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Ende-Lio, yang sangat menghormati leluhur dan memiliki filosofi kuat tentang kehidupan dan kematian.










 Melihat keindahan kehendakNYA. Kaldera vulkanik yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik besar yang menyebabkan runtuhnya bagian puncak gunung berapi. Terlihat lapisan-lapisan tanah yang seperti kue legit ..
Kaldera ini sekarang berupa tiga danau yang bisa terlihat dari puncak, yang sering berubah warna akibat kandungan mineral, gas vulkanik, dan kondisi kimia di dalamnya. Warna yang sering muncul adalah:
Tiwu Ata Polo (merah/coklat tua/hitam) menurut warga dipercaya sebagai tempat arwah orang jahat, Tiwu Ko'o Fai Nuwa Muri (biru/toska) sebagai tempat arwah anak muda yang meninggal, Tiwu Ata Mbupu (hijau/putih) sebagai tempat arwah orang tua yang telah meninggal.


dilarang tidur di bawah kolong truk ya..

pantai ende


Ende, mungkin ini salah satu kota kenangan Bung Karno. Ini adalah rumah tempat Ir. Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1934–1938.  Menurut teman-teman Ende, ada pohon Sukun di Taman Renungan Bung Karno, tempat yang konon menjadi inspirasi awal bagi konsep Pancasila. Tapi karena tidak bisa masuk taman, tidak sempat foto di bawahnya. Pohon sukun-nya bercabang lima, memang yang di sini sudah diganti dengan pohon sukun yang baru, namun masih tetap memberi kesan tersendiri.




menengok labuhanbajo, jangan lupa es krim dan sayur daun kelor di la moringa