Minggu, 17 Januari 2021

Mengenal Medan (sedikit :))

Alhamdulillah, Minggu pagi di Medan bukan sekadar pagi biasa. Udara masih bersih, jalanan belum penuh, dan ritme kota terasa lebih manusiawi. Saya berjalan bersepeda menelusuri rute sekitar 16 km dalam waktu kurang dari dua jam—bukan pencapaian kecepatan atau statistik segitiga, tetapi sebuah ritme kehidupan yang menenangkan batin.  Termasuk di dalamnya foto-foto, lihat ODP dan sarapan ... :) 
Ada Universitas Sumatera Utara, dengan para akademisi dan mahasiswa yang terus berkarya; ada Istana Maimun yang menyimpan jejak sejarah dan tata negara; ada Masjid Agung Medan yang tak pernah sepi dari doa pagi; ada kantor pos dan sarana publik lain yang hidup oleh langkah warga yang menunaikan rutinitasnya. 

Universitas Sumatera Utara, dg Rektor Prof Runtung Sitepu saat ini, dan yang terpilih Dr Muryanto Amin (2021-2026). 

Istana Maimun, kebanggan masyarakat Medan, menunjukkan tingginya tingkat tata negara sejak zaman dulu di Medan. Hari ini istana sedang berkabung sehingga tutup.
perpustakaan
Masjid Agung Medan... wow.  Tapi belum bisa masuk mendekat.
ada ODP terbuka, ternyata bukan punya Telkom.
foto bersama security di kantor Telkom.
Stasiun Bandara, dekat dengan kantor Telkom dan ditengah kota.  PT KAI beruntung memiliki sumber daya tanah yang sangat berharga, luas dan di tengah kota.
Sepeda yang saya kayuh—merk Song of Youth—bukan hanya alat transportasi. Ia menjadi medium untuk melihat kota dari perspektif yang lain: lebih lambat, lebih teliti, dan lebih terasa. Dari jembatan gantung dekat stasiun kereta api, hingga warung sarapan di pagi hari yang mengingatkan akan perlunya sanitasi dan kesejahteraan publik, semua memberi pelajaran tentang kehidupan dalam ruang kota yang sesungguhnya.

 

jembatan gantung dekat stasiun Kereta Api. 
kantor Pos Medan. Strategis tempatnya, masyarakat meramaikan lingkungannya setiap pagi. Sangat potensial untuk mengembangkan bisnisnya.
sarapan pagi..  waduh, hati-hati dengan situasi seperti ini. 
Langsung aktifkan hand sanitizer dan jaga jarak.
PDAM Medan, bisnis yang setiap orang butuh. Siapa yang tidak butuh air bersih ?
Restaurant TipTop, terlihat bersejarah, jadi tujuan nostalgia para pelaku sejarah masa lampau. 
Pejuang di tanah Medan. Tjong A Fie, melekat di hati masyarakat Medan. Cek di sini

Medan, dalam sunyi paginya, memberi saya satu kebenaran sederhana: kota bukan hanya peta atau statistik mobilitas. Kota adalah tempat di mana kita bergerak, bernapas, dan saling bersinggungan—secara fisik maupun digital. Dan ketika kita memilih bersepeda, kita memilih untuk melihat, merasakan, dan menghargai setiap lekuk kehidupan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar