Kamis, 01 Januari 2026

Tamiyang, semangat ... bangkitlah ...

Sebulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, keadaan belum sepenuhnya pulih. Air memang sudah lama surut, tetapi banyak rumah dan perkantoran masih belum bisa ditempati. Aktivitas sehari-hari berjalan dalam keterbatasan. Pada fase inilah, ketika sorotan publik mulai meredup, beban justru paling berat dirasakan oleh warga.


STO Tamiyang ini tenggelam sampai lebih tinggi dari orang dewasa. Paling kanan ini teknisi kami yang menjaga STO dan naik ke atap karena tidak mau STO ditinggal tanpa dijaga. Alhamdulillah semua selamat, dan demikian juga keluarga karyawan masih dilindungi Yang Maha Kuasa. 

Walau sudah sebulan lewat, namun kegiatan recovery masih terus dilaksanakan dengan banyak melibatkan bantuan dari mitra lokal maupun tenaga dari seluruh Indonesia.
Mereka yang telah berhari-hari membantu memulihkan Tamiyang, semoga selalu dalam lindunganNYA.
Ini tim dari Regional Sumatera, terus mengatur agar pemulihan (dan juga datangnya tamu-tamu) dapat berlangsung dengan lancar.

Suasana posko untuk membantu hunian sementara Danantara.
In tampian apps Wi-Fi AR, analisa sinyal berbasis augmented reality, yang digunakan untuk memastikan lokasi yang akan dihuni sudah tercover sinyal wifi yang cukup.

Saya datang pada masa pemulihan ini—fase yang sering luput dari perhatian. Bukan lagi fase darurat, tetapi fase ketika masyarakat harus mulai menata ulang hidupnya dengan sumber daya yang terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, Danantara hadir membangun Hunian Sementara bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Hunian sementara ini bukan sekadar bangunan darurat, melainkan ruang transisi agar warga memiliki tempat tinggal yang layak sambil mengusahakan solusi permanen. Sederhana, fungsional, dan dibangun dengan semangat kemanusiaan. Dan tentu saja Huntara ini dilengkapi dengan wifi gratis ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar