Sebulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, keadaan belum sepenuhnya pulih. Air memang sudah lama surut, tetapi banyak rumah dan perkantoran masih belum bisa ditempati. Aktivitas sehari-hari berjalan dalam keterbatasan. Pada fase inilah, ketika sorotan publik mulai meredup, beban justru paling berat dirasakan oleh warga.
Saya datang pada masa pemulihan ini—fase yang sering luput dari perhatian. Bukan lagi fase darurat, tetapi fase ketika masyarakat harus mulai menata ulang hidupnya dengan sumber daya yang terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, Danantara hadir membangun Hunian Sementara bagi masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Hunian sementara ini bukan sekadar bangunan darurat, melainkan ruang transisi agar warga memiliki tempat tinggal yang layak sambil mengusahakan solusi permanen. Sederhana, fungsional, dan dibangun dengan semangat kemanusiaan. Dan tentu saja Huntara ini dilengkapi dengan wifi gratis ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar