penyangga pipa semburan, nemu bekas tempat sampo ... :)
Internet saya yakini akan membantu banyak orang untuk lebih maju, sejahtera, berbahagia, serta lebih banyak berbakti kepada keluarga, bangsa, negara dan agamanya. Setiap orang berhak mendapat akses internet mencukupi, yang jika dimanfaatkan bersama-sama akan membentuk smartcity. Blog ini adalah kumpulan catatan sinung wibowo tentang membangun smart city. Bukan hanya teori, juga catatan sehari-hari yang seperti titik-titik membentuk garis smartcity, walau garis itu kadang tebal-kadang tipis :).
Sabtu, 28 Maret 2020
Covid19 : Bikin Tongkat Sanitizer
penyangga pipa semburan, nemu bekas tempat sampo ... :)
Covid19 : Apakah ikut memborong APD ?
Kamis, 05 Maret 2020
Modern Broadband Island. Lombok, semangat pagiii ...
Minggu, 02 Februari 2020
Seberapa Awet bohlam LED ?
Minggu, 19 Januari 2020
Program 100 Smart City
Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.
Smart city diharapkan dapat membantu solusi kendala perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat yakni peningkatan kualitas hidup seperti efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, pengurangan kongesti bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, mengurangi polusi dan emisi gas buang, energi, keamanan, data dan informasi.
Program 100 Smart City tentu saja ada evaluasinya, dan juga memilih yang patut di jadikan benchmark di masing-masing kategori sebagai berikut.
sumber
Senin, 06 Januari 2020
Membangun infrastruktur dan mempertanggungjawabkannya
Membangun dan Menjual dalam Satu Paket Manajemen
Sistem Rekonsiliasi Pembangunan Infrastruktur
Ketika proses yang baru diterapkan, terlihat bahwa beberap hasil pembangunan dalam pasang baru ternyata belum memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, beberapa ternyata salah kategori penagihan dan ada juga yang double tagih. Kesalahan ini mungkin telah terjadi sebelumnya. Sistem rekonsiliasi yang baru telah menjadi koreksi terhadap tugas yang sudah dilakukan sebelumya, dengan ditemukannya kelemahan dan berusaha memperbaiki kelemahannya dengan menggunakan sistem rekonsiliasi yang baru.














































