Sabtu, 11 Januari 2025

Menanam 1212 Pohon

Dalam rangkaian ultah Telkom Akses, kami menanam 1212 pohon mangrove di area Bekasi 

Angka kadang berbicara lebih dalam daripada sekadar hitungan. 1212 bukan angka acak. Ia lahir dari 12 dan 12—tanggal yang menandai hari ulang tahun Telkom Akses. Sebuah penanda perjalanan, yang kali ini tidak dirayakan dengan seremoni besar, tetapi dengan menanam harapan yang tumbuh perlahan. Memang ini tidak dilaksanakan pas pada tanggal 12 bulan 12, karena hari-hari itu beban tutup buku cukup menyita waktu teman-teman.

Pada Sabtu, 11 Januari 2025, bersama rekan-rekan, kami menanam 1.212 pohon mangrove. Setiap pohon mewakili satu niat baik: merawat bumi, menjaga pesisir, dan meninggalkan jejak yang lebih bermakna daripada sekadar laporan kegiatan. Di titik inilah perayaan ulang tahun terasa lebih sunyi, namun justru lebih dalam maknanya.

Menanam mangrove bukan sekadar aktivitas simbolik. Mangrove adalah benteng alami—menahan abrasi, menyerap karbon, menjaga ekosistem pesisir tetap hidup. Ia bekerja diam-diam, seperti banyak kerja infrastruktur yang sering tak terlihat, tetapi dampaknya dirasakan dalam jangka panjang. Barangkali di situlah relevansinya dengan usia Telkom Akses: membangun fondasi, bukan sekadar tampilan.

Bagi saya, 1212 pohon ini bukan soal jumlah. Ia adalah cara lain untuk mengatakan bahwa pertumbuhan perusahaan seharusnya sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan. Bahwa ulang tahun bukan hanya tentang menengok ke belakang, tetapi juga tentang bertanya: kontribusi apa yang ingin kita tinggalkan ke depan?

Di tengah isu perubahan iklim dan kerentanan wilayah pesisir, langkah kecil seperti ini mungkin terasa tidak heroik. Namun justru dari langkah-langkah sederhana dan konsistenlah perubahan besar biasanya berawal. Pohon yang ditanam hari ini tidak langsung memberi hasil, tetapi ia akan bekerja untuk generasi yang bahkan belum kita kenal.

Akhirnya, angka 12.12 ini menjadi pengingat yang personal bagi saya. Tentang usia, tentang perjalanan, dan tentang tanggung jawab. Bahwa merayakan ulang tahun—baik individu maupun organisasi—akan selalu lebih bermakna ketika dirayakan dengan memberi kehidupan, bukan sekadar merayakan pencapaian.

Senin, 11 November 2024

Parepare ... Semangat pagiii

 


Parepare adalah titik awal sebuah kisah besar. Di kota inilah cinta Ainun dan Habibie bersemi—sebuah kisah personal yang kelak menjelma menjadi kisah nasional, bahkan internasional. Dari cinta yang sederhana itu, lahir ketekunan, kesetiaan, dan keberanian bermimpi jauh melampaui batas geografi. Seorang putra Indonesia tumbuh, belajar, dan akhirnya dikenal dunia—tanpa pernah benar-benar meninggalkan akarnya. Tidak ada kemewahan berlebihan, tetapi ada martabat dan rasa percaya diri—bahwa kota kecil pun bisa melahirkan cerita besar.

 

Parepare mengajarkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari beton dan baja. Ia bisa berangkat dari nilai, dari keteladanan, dari cerita yang diwariskan lintas generasi. Kisah Ainun–Habibie bukan sekadar romantika masa lalu; ia adalah modal sosial yang membentuk identitas kota ini—tentang kecintaan pada ilmu, kesetiaan pada proses, dan keberanian untuk tampil di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri.

Sebagai kota tumbuh, Parepare sedang menapaki jalannya sendiri. Infrastruktur bergerak, ekonomi lokal berdenyut, dan ruang kota ditata perlahan. Namun yang paling penting, semangat warganya tetap terjaga. Seperti pagi hari yang tidak pernah absen, Parepare tumbuh dengan kesabaran dan konsistensi.








Sabtu, 17 Agustus 2024

Membangun ICT untuk 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara

Tentu saja IKN membutuhkan ICT, dan ini menjadi tantangan bagi Telkom Group. Di sisi akses, pembangunannya sudah mulai dilakukan beberapa bulan lalu. Mulai dari pembahasan bersama OIKN (11 Mei 2022) sampai sudah mulai terbentuk pembangunannya (23 Sep 2023)  dan memastikan keseuaian rencana dengan pembangunannya (28 Juni 2024) dan koordinasi yang tiada henti.... dan di milestone 17 Agustus 2024 ini Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Sea Today sebagai pengguna ICT Telkom merasa puas, pengelola hotel merasa puas, OIKN merasa puas dan SetPres penanggung jawab upacara juga merasa puas. 



Ini adalah tempat manajemen core FO di Sentral Telekomunikasi TELKOM IKN. Ini dijaga oleh teknisi dan sistem security serta sistem monitoring.


Jalur HDPE yang berisi kabel optik keluar dari Sentral Telekomunikasi Telkom masih melalui jalur temporer, karena belum semua jalur MUT selesai. Tentu jalur ini harus dijaga oleh teknisi maupun oleh perugas pengamanan acara.







Titik simpul yang menjadi tumpuan layanan tentu harus dijaga dengan baik pula.


Pemeriksaan jalur FO ke layanan.


Koneksi layanan jadi titik penting 





Dual homing.... Agar layanan tidak gangguan karena fisik terganggu 










Layanan TelkomGroup yang disiapkan terdiri dari astinet, metroethernet, SIPTrunk, Indibiz, Wifi, Core-to-Core dan CCTV, serta tentu saja yang dipakai oleh semua orang sinyal mobile Telkomsel. Jenis layanan yang disiapkan ini sesuai dengan kebutuhan acara Peringatan 17 Agustus di IKN dan di DKI.































Personil menjadi hal penting, karena pada saat jam acara tidak ada mobilitas personil. Pemilihan teknisi dan penempatan siaga menjadi kuncinya. Ada 3 ring dalam acara 17-an nantinya, ring 1 untuk istana dan sekitar lapangan upacara, ring 2 beranda nusantara dan ring 3 di luarnya. Setiap ring dipilih jadi area kecil-kecil yang menjadi tanggung jawab personil. Agar minimal dampak jika ada gangguan fiber optik, satu titik layanan dicatu dengan cara dual route dan dual homing.  Bahkan ditambah satelit agar tetap aman. Hal yang paling krusial adalah titik siaran televisi. Tidak boleh ada gangguan, delay ataupun jitter. Alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa ada gangguan. 


Berdoa sebelum memulai tugas mengawal ICT peringatan 17 Agustus 2024 di IKN.