Sabtu, 23 Januari 2021

Sawah Lukis Medan, Semangat pagiii....

Sabtu pagi itu, ketika udara masih sejuk dan jalanan belum ramai, saya menapaki rute sepanjang 32 km dengan waktu 2 jam 18 menit. Jarak yang bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu jauh, tetapi bagi saya—lebih dari sekadar angka. Itulah prestasi kecil yang menandai semangat pagi yang hidup dalam keseharian kita.

Berada di atas sepeda, mengayuh setiap putaran pedal, memberi saya lebih dari sekadar olahraga. Ia memberi ruang untuk merenungkan hubungan antara kehidupan, kesehatan, dan kota yang baik. Dalam banyak diskusi tentang smart city, kita sering membicarakan teknologi—sensor, aplikasi, data, sistem terintegrasi—namun di balik semua itu ada aspek yang sering terlupa: bagaimana kota mendukung hidup sehat dan ritme manusiawi sehari-hari.

 


Foto-foto pagi itu bukan sekadar dokumentasi jarak dan waktu. Ia menjadi jejak semangat pagi yang diam-diam mengajarkan banyak hal: bahwa sebuah kota yang cerdas bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana ia menyediakan ruang yang mendukung aktivitas fisik, keseimbangan hidup, dan pengalaman ruang publik yang menyenangkan.

Melalui rute sepanjang sawah yang luas itu, saya menyadari bahwa semangat pagi adalah ritme awal dari perubahan kecil yang berkelanjutan. Bukan sekadar prestasi angka di aplikasi, tetapi perjalanan reflektif yang memadukan tubuh, pikiran, dan kota sebagai ruang hidup bersama.

Kamis, 21 Januari 2021

Menjaga Kualitas Layanan Internet

Kualitas layanan berangkat dari personil, terutama kompetensi personilnya. Tentunya selain prosedur, material dan tools yang digunakan. Memperhatikan bagaimana kompetensi personil ini dibentuk agar dapat memberikan kualitas terbaik merupakan tugas dari seorang pemimpin. Pemimpin apa saja. 

Keluhan pelanggan internet yang paling banyak adalah layanan lambat, layanan intermitten dan layanan terputus. Sebagian besar masalah muncul dari hal-hal fisik, karena perangkat yang ada di luar ruangan sehingga kondisinya berbeda dan berubah-ubah.  Mengidentifikasi dan mengantisipasi kebutuhan, harapan dan tuntutan pelanggan dengan langkah-langkah yang konsisten dan terstruktur terus dilakukan dengan paling sedikit sehari dalam seminggu meninjau lapangan.

Memeriksa material yang digunakan.

Memperhatikan prosedur yang diterapkan.

Mendengarkan penjelasan dan berbagai aspek yang dipertimbangkan dalam menggelar layanan internet ke rumah-rumah pelanggan.

 

Memeriksa berbagai hal yang berpotensi menghambat delivary layanan internet terbaik.

Kunjungan ke kantor-kantor teknisi.

Memeriksa perangkat.

Dan juga melihat hasil kerja dan permasalahan yang ada di lapangan.


Tentang jaringan fisik di lapangan,
dan FTM di ruangan STO.
Digitasi koneksi dan kerapian konekitvitas saya yakini sangat membantu dalam memperbaiki proses bisnis, kinerja dan mempercepat layanan kepada pelanggan. 

Memperhatikan SDM dan kompetensinya, memeriksa hal-hal yang berpotensi mengganggu layanan, dan mendengarkan permasalahan yang mungkin muncul dalam penyelenggaraan layanan internet terus dilakukan. Hal ini untuk memitigasi potensi hambatan, risiko serta menyiapkan alternatif solusi untuk memastikan terlaksananya pekerjaan dan tercapainya sasaran strategis, yakni memberikan layanan internet dengan kualitas terbaik. 
Kualitas layanan internet tidak hanya soal kecepatan atau ketersediaan jaringan, tetapi soal kepercayaan pelanggan bahwa layanan itu akan tersedia saat mereka membutuhkannya — secara konsisten. Untuk mencapai ini, kita harus memperhatikan tiga hal sekaligus: SDM yang kompeten, prosedur yang disiplin, dan pemahaman mendalam terhadap pelanggan. Ketiga elemen ini harus dijaga secara bersinambung agar bisnis layanan digital tidak hanya berjalan, tetapi berkembang memberikan dampak yang nyata.

Minggu, 17 Januari 2021

Mengenal Medan (sedikit :))

Alhamdulillah, Minggu pagi di Medan bukan sekadar pagi biasa. Udara masih bersih, jalanan belum penuh, dan ritme kota terasa lebih manusiawi. Saya berjalan bersepeda menelusuri rute sekitar 16 km dalam waktu kurang dari dua jam—bukan pencapaian kecepatan atau statistik segitiga, tetapi sebuah ritme kehidupan yang menenangkan batin.  Termasuk di dalamnya foto-foto, lihat ODP dan sarapan ... :) 
Ada Universitas Sumatera Utara, dengan para akademisi dan mahasiswa yang terus berkarya; ada Istana Maimun yang menyimpan jejak sejarah dan tata negara; ada Masjid Agung Medan yang tak pernah sepi dari doa pagi; ada kantor pos dan sarana publik lain yang hidup oleh langkah warga yang menunaikan rutinitasnya. 

Universitas Sumatera Utara, dg Rektor Prof Runtung Sitepu saat ini, dan yang terpilih Dr Muryanto Amin (2021-2026). 

Istana Maimun, kebanggan masyarakat Medan, menunjukkan tingginya tingkat tata negara sejak zaman dulu di Medan. Hari ini istana sedang berkabung sehingga tutup.
perpustakaan
Masjid Agung Medan... wow.  Tapi belum bisa masuk mendekat.
ada ODP terbuka, ternyata bukan punya Telkom.
foto bersama security di kantor Telkom.
Stasiun Bandara, dekat dengan kantor Telkom dan ditengah kota.  PT KAI beruntung memiliki sumber daya tanah yang sangat berharga, luas dan di tengah kota.
Sepeda yang saya kayuh—merk Song of Youth—bukan hanya alat transportasi. Ia menjadi medium untuk melihat kota dari perspektif yang lain: lebih lambat, lebih teliti, dan lebih terasa. Dari jembatan gantung dekat stasiun kereta api, hingga warung sarapan di pagi hari yang mengingatkan akan perlunya sanitasi dan kesejahteraan publik, semua memberi pelajaran tentang kehidupan dalam ruang kota yang sesungguhnya.

 

jembatan gantung dekat stasiun Kereta Api. 
kantor Pos Medan. Strategis tempatnya, masyarakat meramaikan lingkungannya setiap pagi. Sangat potensial untuk mengembangkan bisnisnya.
sarapan pagi..  waduh, hati-hati dengan situasi seperti ini. 
Langsung aktifkan hand sanitizer dan jaga jarak.
PDAM Medan, bisnis yang setiap orang butuh. Siapa yang tidak butuh air bersih ?
Restaurant TipTop, terlihat bersejarah, jadi tujuan nostalgia para pelaku sejarah masa lampau. 
Pejuang di tanah Medan. Tjong A Fie, melekat di hati masyarakat Medan. Cek di sini

Medan, dalam sunyi paginya, memberi saya satu kebenaran sederhana: kota bukan hanya peta atau statistik mobilitas. Kota adalah tempat di mana kita bergerak, bernapas, dan saling bersinggungan—secara fisik maupun digital. Dan ketika kita memilih bersepeda, kita memilih untuk melihat, merasakan, dan menghargai setiap lekuk kehidupan itu.

Jumat, 15 Januari 2021

Bersama Team Teknis Handal NGN Medan

Rutinitas yang terus saya jaga adalah tur lapangan bersama tim teknis. Bukan tur sekadar melewati lokasi, tetapi tur yang memberi saya gambaran nyata tentang bagaimana komitmen, keterampilan, dan kedisiplinan tim teknis di lapangan menjadi tulang punggung layanan digital yang kita bangun bersama. 
 
Bersama tim Next Generation Network (NGN) Medan, kami menelusuri beberapa titik yang menjadi fokus kerja: instalasi perangkat, pengecekan konektivitas, penataan kabel, hingga memastikan bahwa setiap perangkat berfungsi sesuai standar yang ditetapkan.

Saya menyadari bahwa pekerjaan teknis bukan sekadar soal input fasilitas atau pemasangan alat. Ia adalah tentang cara berpikir yang matang, pemahaman terhadap tuntutan layanan pelanggan, dan bagaimana tim di lapangan secara konsisten menerapkan prosedur keselamatan, keamanan, dan kualitas.

Di setiap titik yang kami kunjungi, saya melihat kebanggaan yang sederhana namun kuat di wajah para teknisi: mereka tidak hanya memperbaiki jaringan, tetapi mengembalikan kepercayaan pelanggan terhadap layanan. Bukan sekadar kerja fisik — tetapi kerja hati dan disiplin.






Proses ini mengingatkan saya pada prinsip smart city yang sejati: teknologi bukan untuk dipajang, tetapi untuk membawa manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. Ketika jaringan dioptimalkan, pelanggan yang selama ini mengalami gangguan atau keterbatasan konektivitas perlahan merasakan perubahan. Tugas tim teknis bukan sekadar memulihkan layanan; lebih jauh, mereka menjaga pengalaman pelanggan — suatu elemen yang menjadi inti perbaikan berkelanjutan.

Team catu daya Medan dimotori oleh pak Muslim Pasaribu. Target utama team catudaya adalah memberikan layanan catuan kepada perangkat, mengkondisikan ruangan perangkat, dan mencegah kerusakan perangkat karena gangguan elektris seperti petir dan tegangan kejut. Untuk itu, team catu daya membangun sistem yang terintegrasi untuk memonitor dan mengevaluasi pencapaian tahapan penyelesaian sasaran strategis menggunakan jaringan internet. Satu catatan, jika terjadi gangguan di suatu lokasi, sistem monitor ini akan ikut terganggu. Namun telah dipasang berbagai sensor yang jika nilainya melewati threshold akan mengirimkan notifikasi dan tercatat di server database. Sistem ini juga memungkinkan perintah kepada perangkat secara langsung secara remote, misal menghidupkan atau mematikan genset, mengubah sumber catuan dari PLN ke genset dan sebaliknya.  
Team catu daya Medan diberikan keleluasaan untuk mencoba sistem inovasi barunya dengan memberikan toleransi atas kesalahan yang terjadi karena upaya perbaikan dan inovasi, dengan demikian mendorong orang untuk berani mengambil risiko dalam berinovasi. Namun, untuk memastikan sistem inovasi ini bisa bekerja dengan baik dan aman, di suatu lokasi yang sedang dioperasikan secara remote dipersyaratkan dimonitor dengan ip camera. 







Sistem grounding merupakan perangkat yang sangat penting. Semua perangkat digital harus dihubungkan dengan grounding, jika tidak maka akan menjadi rawan terhadap gangguan petir dan tegangan kejut. Lebih memperhatikan grounding menjadi salah satu hal yang ditargetkan dalam mengelola perangkat digital. Memimpin proses perubahan dengan menunjukan upaya yang konsisten untuk menjadi panutan, dan mendorong berbagai pihak untuk berubah, dengan memberikan contoh dan menunjukkan cara pemeriksaan grounding di lapangan menjadi penting.


semoga tetap dilindungi, 
mau ambil jarak kok ruangannya sempit,
kami pakai masker semua.